You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemprov DKI Sosialisasikan Dampak Penggunaan Air Tanah Berlebihan
photo Doc - Beritajakarta.id

Pemprov DKI Sosialisasikan Dampak Penggunaan Air Tanah Berlebihan

Guna meminimalisir penggunaan air tanah yang berlebihan di Ibukota, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama PD PAM Jaya dan Palyja, menggelar sosialisasi tentang konservasi lingkungan dan air bawah tanah, Senin (12/6) di Lantai 22 Gedung Blok F, Balaikota. 

KPK sudah minta kita, DPE, SDA dan Inspektorat untuk menangani pencurian dan pungli di penyedotan air tanah

Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim mengatakan, selama ini pelanggaran penggunaan air tanah terbilang cukup tinggi. Selain pembangunan sumur air tanah illegal, modus lain yang dilakukan di antaranya mengkorupsi penggunaan, misalkan satu gedung gunakan 10 artesis tapi mengaku hanya enam. 

Pengawasan Penggunaan Air Tanah Harus Diperketat

"KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) sudah minta kita, DPE (Dinas Perindustrian dan Energi), SDA (Sumber Daya Air) dan Inspektorat untuk menangani pencurian dan pungutan liar (pungli) penyedotan air tanah ini. Makanya kita peringatkan dari awal," tukasnya. 

Ditegaskan Ali, upaya penegakan aturan hukum itu tidak main-main lantaran seriusnya persoalan penggunaan air tanah saat ini.  

Direktur Utama PD PAM Jaya, Erlan Hidayat menambahkan, pihaknya berupaya mengurangi penggunaan air tanah di Ibukota dengan meningkatkan suplai air pipa ke beberapa kawasan, terutama wilayah yang banyak berdiri gedung bertingkat seperti Kuningan, Sudirman dan Gatot Subroto. 

"Tujuannya supaya beralih ke penggunaan air pipa," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Kebayoran Lama Selatan Miliki 56 Tempat Pengelolaan Sampah Organik

    access_time11-07-2026 remove_red_eye7663 personTiyo Surya Sakti
  2. Pengemudi Truk Sampah Salahgunakan BBM Operasional di Cilincing Disanksi

    access_time14-07-2026 remove_red_eye5466 personAnita Karyati
  3. Kelurahan Berprestasi Jadi Penggerak Jakarta Menuju 20 Besar Kota Global

    access_time13-07-2026 remove_red_eye1603 personFakhrizal Fakhri
  4. SDN Srengseng Sawah 15 Tetap Gelar Sekolah Tatap Muka

    access_time13-07-2026 remove_red_eye1434 personDessy Suciati
  5. DPRD DKI Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

    access_time14-07-2026 remove_red_eye1315 personFakhrizal Fakhri